Rahasia Tertinggal Dibalik Bangku Belakang
Pria berseragam itu terus melajukan mobil hitamnya di antara barisan pohon sawit yang tumbuh rapat. Jalan yang dahulu berdebu dan berlubang kini telah berubah. Aspal hitam membentang panjang, lurus, hampir tanpa kelokan. Ia masih mengingat jalan ini. Sepuluh tahun lalu, belum ada aspal yang membentang sejauh ini. Pada musim kemarau, jalan itu berubah menjadi hamparan debu. Pada musim hujan, tanahnya menjelma lumpur yang menempel di sepatu dan ban kendaraan. Sedikit saja lengah, kendaraan bisa tergelincir, tubuh terhempas, dan seragam sekolah kotor oleh lumpur. Banyak hal telah berubah. Namun, ternyata tidak semuanya. Pria itu tiba-tiba mengurangi kecepatan. Mobil hitamnya berhenti tepat di depan sebuah pagar besar. Mesin dimatikan. Ia turun dan berdiri beberapa saat tanpa bergerak. Matanya tertuju pada pagar itu. “Pagar ini masih sama,” bisiknya. Cat putihnya telah mengelupas hampir seluruhnya. Warna abu-abu kusam menghiasi tembok dan pagar besi. Di bagian bawah, sisa cat kuning masih ...