Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Rahasia Tertinggal Dibalik Bangku Belakang

Pria berseragam itu terus melajukan mobil hitamnya di antara barisan pohon sawit yang tumbuh rapat. Jalan yang dahulu berdebu dan berlubang kini telah berubah. Aspal hitam membentang panjang, lurus, hampir tanpa kelokan. Ia masih mengingat jalan ini. Sepuluh tahun lalu, belum ada aspal yang membentang sejauh ini. Pada musim kemarau, jalan itu berubah menjadi hamparan debu. Pada musim hujan, tanahnya menjelma lumpur yang menempel di sepatu dan ban kendaraan. Sedikit saja lengah, kendaraan bisa tergelincir, tubuh terhempas, dan seragam sekolah kotor oleh lumpur. Banyak hal telah berubah. Namun, ternyata tidak semuanya. Pria itu tiba-tiba mengurangi kecepatan. Mobil hitamnya berhenti tepat di depan sebuah pagar besar. Mesin dimatikan. Ia turun dan berdiri beberapa saat tanpa bergerak. Matanya tertuju pada pagar itu. “Pagar ini masih sama,” bisiknya. Cat putihnya telah mengelupas hampir seluruhnya. Warna abu-abu kusam menghiasi tembok dan pagar besi. Di bagian bawah, sisa cat kuning masih ...

Postingan Terbaru

Aku yang masih belajar mengeja langit

SI GALIMBING 2: BUKAN PEJABAT LAGI

Ketika Ilmu Bertemu Realita, “Perjalanan Mencari Titik Nyambung dalam Dunia Pendidikan”

Cahaya Kecil Bernama Cindy: Bertahan di Tengah Lapar dan Ketidakpastian

Perempuan dan Batas-Batas yang Ingin Kita Robohkan Bersama

(Sudut Pandang) Membaca Itu Menyebalkan, Tapi Kebodohan Lebih Menyakitkan

Sudut pandang (Belajar Menertawakan Diri Sendiri Ala Mahbub Djunaidi)

Sudut Pandang (Tentang Fungsi Surau)

Youtuber Arief Muhammad Ajak Milenials Minang Berwirausaha

Zaman apa sekarang?

Belajar Dari Sabarnya Petani

SYIKUL

Makanan Khas Minang Lompong Sagu, Mulai Langka