Aku yang masih belajar mengeja langit

 

Tahun 2022, awalnya aku hanya iseng mengikuti lomba cerpen. Dengan kemampuan menulis yang masih seadanya, gaya show, don't tell yang belum terasah, dan nuansa feature yang masih kental, aku mencoba menuangkan sebuah cerita.

Tak disangka, cerpen berjudul Galimbing 1 berhasil menempati peringkat ke-47. Pencapaian itu mengantarkanku menjadi salah satu penulis yang karyanya dimuat dalam buku antologi.

Rasa penasaran membawaku membaca cerpen-cerpen yang menduduki peringkat pertama, kedua, dan ketiga. Aku dibuat takjub oleh imajinasi dan cara mereka merangkai cerita. Ada begitu banyak hal yang sebelumnya bahkan tak pernah terlintas dalam pikiranku.

Di situlah aku kembali diingatkan bahwa selalu ada ruang untuk belajar dan berkembang. Sejak saat itu, aku terus berusaha mengasah kemampuan menulis, meski terkadang gaya jurnalistik masih terbawa dan sentuhan feature belum sepenuhnya lepas dari tulisanku.




Komentar

postingan populer