Youtuber Arief Muhammad Ajak Milenials Minang Berwirausaha

sumber foto: Instagram ariefmuhammad

Awalnya juga malu-malu upload video

Arief Muhammad tak menyangka bisa sukses menjadi youtuber. Berawal dari tiga hal yakni karakter yang kuat, konten yang bagus dan konsisten, itulah tips sukses jadi youtuber yang dia bagikan kepada kalangan milenials Minang.

YOUTOUBER berdarah Minang Arief Muhammad,  disambut antusias oleh ribuan peserta dalam acara Rakerda BPD HIPMI Sumbar di Convention Hall STKIP. Dalam pertemuan tersebut ia bercerita tentang kesuksesannya menjadi seorang youtuber yang banyak follower.

"Sekarang ini kalau ditanya kepada para milineal, cita-citanya mau jadi apa? Banyak yang jawab mau jadi vloger dan youtuber, soalnya lagi buming, apalagi youtuber dikit-dikit pamer. Itu yang membuat pekerjaan tersebut seksi, banyak yang nanya, eh kok bisa sih? cuma main video doang bisa kaya, "ujarnya.

Bahkan, dia sering ditanya oleh netizen, bagaimana cara jadi youtuber yang terkenal." Gak gampang. Upload video trus terkenal, gak semudah itu, banyak juga yang buat video tapi gak terkenal-kenal, "beber penulis asal Indonesia ini.

Sesaat kemudian dia mulai bertanya kebeberapa peserta yang sering upload video ke youtube." Kenapa bikin konten? Apa yang diharapkan dari konten itu? pasti rata-rata bilang, pengen terkenal lah dan lain-lain,"ucapnya.

Kadang-kadang, katanya banyak orang yang mengatakan, apa susahnya bikin video trus upload. "Enak banget tinggal bikin video doang, trus dapat akses dan fee. Mereka itu gak tahu susah prosesnya seperti apa? mereka cuma lihat hasil bersih saja dan menarik, padahal salah satu penghasilan youtuber itu dari video sponsor, memang ditawari pergi jalan-jalan, tapi saya dan tim harus buat konsepnya dulu. Kelihatannya aja yang siap bagus, tapi prosesnya itu susah, "jelasnya.

Ia bagikan tips dan trik agar bisa jadi youtuber terkenal. Banyak kesalahan orang yang masuk ke dunia vloger dan youtuber, diantaranya hanya sebatas upload video saja dan tidak ditingkatkan cara berfikir dan mentalnya menjadi videographer.

" Ada tiga K yang harus diperhatikan untuk jadi videographer, yaitu karakter yang bikin orang nengok ke kalian. Karakter harus kuat, karena dari situ orang bisa melihat dan menikmati. Kedua konten yang bagus, jangan suka ikut-ikutan konten orang, sesuaikan dengan passion, kemudian konsisten, walau udah dikenal orang, kita harus bisa bikin rarusan video dalam dua tahun. Nah,di sini banyak yang nyerah, "ungkapnya.

Pria 28 tahun ini mengaku awalnya malu untuk membuat video, ia takut dibilang sok narsis oleh kawan sejawatnya. Namun, ia berfikir kapan lagi memulai, kalau tidak sekarang." Sebelum memulai gue juga sama kayak kalian pemalu, soalnya sifat dasar manusia kan pemalu, ntar gue dikira sok narsis, sok ped, akhirnya apa? malu dan takut bikin lu gak bisa kemana-mana, trus kapan mulainya? Cara paling gampang itu, tingkatkan pede. Malahan semakin sering bikin video, maka akan semakin terbiasa,"terangnya.

Arief pria berdarah Minang asal Payakumbuh ini, mengatakan bahwa cara memulai bisnis disosmed itu cari yang paling simpel. Awalnya dengan menemukan partner yang cocok, sehingga bisnis lebih terarah. "Soalnya gak akan bisa sendiri, kalau gak punya modal cari orang yang bisa investor, kolaborasi dengannya," ucapnya.

Ia katakan, bagaimana cara inveator tersebut mau berkolaborasi. Perlihatkan apa skill yang dimiliki agar mereka percaya, kemudian yakinkan mereka dengan skill tersebut.

"Kesalahan dalam berbisnis itu biasanya pada promosi, carilah endorse yang sesuai dengan produk kalian, yang cocok walaupun cuma orang biasa. Jangan cari yang followernya banyak, karena belum tentu cocok dengan market kalian. Jadi sebelum promosi harus pilah-pilah, "tuturnya.

Salah satu peserta Linda Atika, 20, menanyakan kenapa banyak konten yang tak bermanfaat ditayangkan di youtube, dan bahkan konten tersebut menjelekkan dan mempermalukan dirinya sendiri, bahkan si pembuat sengaja melakukannya.

Ditanggapi oleh Arief, bahwa banyaknya viewer dari konten tersebut, lantaran para  penonton juga. "Jangan ikutin konten bodoh, kalau banyak yang ikutin konten aneh-aneh itu, pasti akan banyak orang meniru dan membuat konten tersebut. Jadi pilahlah konten yang akan di tonton," tukasnya. (*) 

Komentar

postingan populer